Terkendala jaringan internet, BEI minta sekuritas gunakan telepon
Minggu,06 November 2016
Jayapura, Wenepapuanews - Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura Kresna Aditya Payokwa mengakui bahwa putusnya fiber optik milik Telkom di Sarmi beberapa waktu lalu, juga berdampak terhadap pelayanan atau trading para investor dari Papua.
"Kita ini Bursa, kan juga pelayanan atau servis, infrastruktur internet yang terganggu, maka kita minta Phintraco Sekuritas dan Philip untuk proaktif follow up ke nasabah servis by phone, dan melakukan trading, order by SMS atau phone," kata Oka, panggilan akrab Kresna kepada Jubi, Minggu (6/11/2016).
Meski diakuinya, dampak dari putusnya fiber optik bagi investor Papua adalah berkurangnya jumlah trading, karena mereka lebih banyak tidak aktif dan menunggu.
"Angka pastinya belum ada sebab laporan transaksi belum keluar, tapi biasanya para trader banyak menunggu atau tak aktif sementara waktu," ujarnya.
Kabel optik Sulawesi Maluku Papua Cabel Sistem (SMPCS) bawah laut putus, di wilayah Sarmi Papua, menyebabkan layanan data wilayah Jayapura, Sentani Keerom, dan sekitarnya hilang.
Manager ICT Operational Papua Maluku PT Telkom Muhammad Muslih mengatakan, kerusakan kabel optik terjadi pada 17 Oktober 2016 sekira pukul 21.00 WIT dan mengakibatkan saluran telekomunikasi di Jayapura terganggu.
"Putus kabel optik SMPCS PT Telkom pada jarak 9,346 km dari landing point Jayapura ke arah Sarmi pada kedalaman 1.300 meter, akibat ini akses komunikasi suara (voice) dan teks (sms) yang beberapa saat setelah accident terjadi tidak dapat dilakukan," kata Muslih, Rabu (19/10/2016). k(*)
sumber:@tabloid jubi
| Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura/wenepapuanews |
Jayapura, Wenepapuanews - Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura Kresna Aditya Payokwa mengakui bahwa putusnya fiber optik milik Telkom di Sarmi beberapa waktu lalu, juga berdampak terhadap pelayanan atau trading para investor dari Papua.
"Kita ini Bursa, kan juga pelayanan atau servis, infrastruktur internet yang terganggu, maka kita minta Phintraco Sekuritas dan Philip untuk proaktif follow up ke nasabah servis by phone, dan melakukan trading, order by SMS atau phone," kata Oka, panggilan akrab Kresna kepada Jubi, Minggu (6/11/2016).
Meski diakuinya, dampak dari putusnya fiber optik bagi investor Papua adalah berkurangnya jumlah trading, karena mereka lebih banyak tidak aktif dan menunggu.
"Angka pastinya belum ada sebab laporan transaksi belum keluar, tapi biasanya para trader banyak menunggu atau tak aktif sementara waktu," ujarnya.
Kabel optik Sulawesi Maluku Papua Cabel Sistem (SMPCS) bawah laut putus, di wilayah Sarmi Papua, menyebabkan layanan data wilayah Jayapura, Sentani Keerom, dan sekitarnya hilang.
Manager ICT Operational Papua Maluku PT Telkom Muhammad Muslih mengatakan, kerusakan kabel optik terjadi pada 17 Oktober 2016 sekira pukul 21.00 WIT dan mengakibatkan saluran telekomunikasi di Jayapura terganggu.
"Putus kabel optik SMPCS PT Telkom pada jarak 9,346 km dari landing point Jayapura ke arah Sarmi pada kedalaman 1.300 meter, akibat ini akses komunikasi suara (voice) dan teks (sms) yang beberapa saat setelah accident terjadi tidak dapat dilakukan," kata Muslih, Rabu (19/10/2016). k(*)
sumber:@tabloid jubi
Tidak ada komentar